Dalam teks bahasa Yunani seluruh ayat 3 – 14 ini merupakan kalimat panjang, karena merupakan sajak yaitu luapan hati yang mencetuskan pujian atas begitu besar dan ragamnya berkat-berkat rohani (bhs batak: pasupasu partondion). Disebut berkat-berkat rohani, untuk membedakannya dari pemberian yang lain dari Allah. Kekayaan, jabatan, kesembuhan, kesehatan, panjang umur, pengetahuan, misalnya dapat diberi Allah kepada orang yang tidak percaya; dan orang percaya patut mensyukurinya. Bahkan matahari diterbitkan dan hujan diturunkanNya kepada orang jahat dan orang yang tidak benar (Matius 5:45). Tetapi berkat-berkat rohani yang disebut dalam ayat-ayat ini ada hanya pada orang percaya dalam Kristus. Berkat rohani itu disebut “di dalam sorga”, untuk mengatakan bahwa ragam berkat ini semata-mata hanya karunia dari sorga, tidak ada yang berasal dari dunia, tidak ada sedikitpun usaha dari manusia untuk memperolehnya dan tidak ada sesuatu keunggulan dari seseorang sehingga ia menerima berkat rohani.
Adapun berkat-berkat rohani itu adalah :
- Allah telah memilih kita supaya kudus
- Allah telah menentukan kita dari semula menjadi anak-anakNya
Menjadi Kristen bukanlah pilihan
dari setiap orang, tetapi karena Allah yang memilih orang. Malah, sebelum
lahir, Allah telah menentukannya. Dengan sudah adanya lebih dahulu penentuan
Allah, itu bukanlah nasib sudah menjadi Kristen. Yang ditentukan Allah bahkan sebelum
dunia diciptakan ialah Yesus Kristus. Dan barang siapa yang percaya kepada
Yesus Kristus, menjadi inklusif dalam ketentuan itu.
- Beroleh p;enebusan yaitu pengampunan dosa
Marilah kita buat perbandingan
dalam perenungan kita: Hati orang percaya meluapkan pujian karena dia menerima
pengampunan dosa. Dan dipihak lain ada orang yang demikian bersyukur karena
memperoleh apa yang disebut dalam ilmu sosial: keberhasilan memperoleh symbol-simbol,
yaitu kaya, sehat, panjang umur, berjabatan, dlsb. Malahan ada yang
memperolehnya tanpa memperhatikan cara dan tidak memperdulikan orang lain. Di satu
pihak ada yang bersyukur karena dosanya diampuni dan di pihak lain bersyukur
karena berhasil menggunakan dosa.
- Menyatakan rahasia kehendakNya dan rencanaNya yaitu menyatukan di dalam Kristus segala sesuatu
Allah dipuji karena dalam menempuh
zaman ini orang percaya sudah boleh ikut dalam rencana mau ke mana arah dari
segala sesuatu. Orang percaya tidak lagi melawan arus, karena manusia tidak
kuasa melawan rencana Allah.
- Hidup dalam pengharapan akan menerima yang dijanjikan
Jenis yang dipujikan ini sungguh
sangat berbeda dari syukur karena sudah memperoleh dalam hidup masa sekarang.
- Mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatan
Kebenaran itu bermacam, ada
kebenaran hukum, ilmiah, logika dan moral. Terutama dalam kitab para nabi,
kebenaran tidak terpisah dari keadilan, perdamaian dan damai sejahtera,
artinya, jika tidak membuahkan keadilan dan perdamaian, itu bukan kebenaran. Firman
kebenaran, berhubungan dengan keselamatan, artinya jika tidak menuju
keselamatan, itu bukan kebenaran. Orang disebut bijaksana, jika pada akhirnya
ia ikut masuk dalam pesta perkawinan mempelai (Mat 25). Ada
orang yang memperoleh banyak tetapi tidak selamat.
- Menerima jaminan yang dimeteraikan dengan Roh Kudus sampai memperoleh seluruhnya, yaitu menjadi milik Allah.
Sangat perlu kita perhatikan bahwa
Roh Kudus bukan hanya memberi berbagai karunia, tetapi juga adalah jaminan
(tanda jadi dalam lingkungan perdagangan). Orang yang telah menerima Roh Kudus
telah memegang jaminan sebelum sampai memperoleh seluruhnya. Yang dimaksud
seluruhnya ialah harta kekayaan Allah, yang memperolehnya ialah orang yang
menjadi milik Allah.
RENUNGAN:
Zaman kita sekarang ini disebut semacam zaman materialistis,
instant, atau dengan istilah lain. Adakah pengaruh zaman ini sehingga
mempengaruhi dan semakin merubah pokok pujian dan ucapan syukur? Dengan
memperhatikan pokok-pokok pujian yang disebut dalam nats ini, apakah
pokok-pokok ini juga yang menjadi pokok utama syukur orang Kristen kepada Tuhan
pada masa kini? Juga dalam kalimat-kalimat doa?
Kebaktian doa sektor Antapani, Arcamanik, Patrakomala
HKBP Bandung Reformanda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar