Tampilkan postingan dengan label Yakobus 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yakobus 3. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2013

“KASIHILAH SESAMAMU” (Yakobus 3 : 16)



Yakobus 3 : 16 : Sebab dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Yakobus 4 : 1-10
Keluaran 21 : 1-11

            Semenjak manusia pertama (Adam dan Hawa) jatuh dalam dosa maka hidup manusia tidak luput dari pengaruh dosa. Pengaruh dosa dalam diri manusia itu antara lain timbul sifat iri hati dan mementingkan diri sendiri. Iri hati dan mementingkan diri sendiri bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dan dari setan-setan (baca Yak. 3:15).
            Sifat iri hati membuat hati manusia tidak senang / tenang bila melihat orang lain lebih baik atau lebih berhasil dibandingkan dengan dirinya karenanya dapat menimbulkan kebencian pada sesama, dendam (pikiran jahat) dalam hatinya bahkan timbul keinginan untuk mencelakai sesamanya.
            Sifat mementingkan diri sendiri membuat lebih memikirkan kebutuhannya sendiri tidak peduli pada kepentingan orang lain karenanya sifat ini akan cenderung menghantarkan manusia untuk tidak taat kepada kebenaran, membuat manusia taat pada kelaliman.
            Dari tanda atau ciri-ciri kedua sifat ini maka orang yang memiliki sifat-sifat demikian dapat membuat dirinya tidak sejahtera juga cenderung membuat orang lain susah, dalam hatinya timbul niat untuk berbuat jahat, misalnya mencelakai bahkah membunuh sesamanya.
            Jelas sifat ini sangat bertentangan dengan hukum terutama seperti yang dikatakan Yesus Kristus: ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri’ (Mat 22:39), bukan membenci sesama apalagi mencelakainya (bandingkan dengan hukum ke enam: ‘jangan membunuh’).
            Marilah kita menghindarkan sifat iri hati dan mementingkan diri sendiri tetapi menerapkan hidup yang mengasihi kepada Tuhan Allah dan sesama manusia sehingga kita terhindar dari kebencian, pikiran jahat yang dapat menimbulkan kekacauan dan perbuatan jahat. Amin.

Mari kita berdoa: Aku bersyukur padaMu ya Tuhan atas ayat yang boleh kubaca hari ini, aku disadarkan untuk mengasihi sesamaku. Tolonglah aku untuk dapat mengasihi sesamaku sehingga dalam hatiku tidak ada kebencian dan pikiran jahat. Amin (HDISipahutar)